Di era komputer dan televisi sekarang, kemampuan membaca masih merupakan faktor penting dalam tahap awal anak masuk sekolah. Membantu anak mengenal huruf dan kata akan memudahkan dirinya cepat menagkap pelajaran di sekolah. Hal ini dikemukan oleh doktor ahli pendidikan Amerika. Dr. Roy Owen pada pameran buku anak-anak, Babies Need Books, di Singapur baru-baru ini.
Selesai pameran, sekitar 5 ribu anak dan ibunya datang ke rumah sakit yang mengadakan program NRM tersebut. Kepada para ibu dibagikan buku Poldy’s friend dari Early World of Learning. Sebuah buku bergambar dan berwarna cerah yang berisi tentang seluruh kegiatan kehidupan dalam keluarga. Dan ibu diharuskan menjelaskan pada anak tentang isi buku disamping memberikan buku tersebut untuk dipegang dan dibukanya.
Jangan khawatir bila anak Anda tampak tak berminat, di bawah ini akan dituturkan teknik-teknik menarik minat mereka.
Ciptakan daya tarik mereka
Baca buku tersebut dengan suara keras dan lakukan secara teratur. Semakin sering Anda membaca, rasa tertarik anak lebih cepat tercipta. Buat membaca sebagai kegiatan rutin pada keluarga Anda. Bawa mereka ke perpustakaan dan katakan mereka ikut menjadi anggota perpustakaan. Buatlah perpustakaan mini di ruang keluarga dengan buku-buku bacaan yang mendidik.
Berilah contoh
Berilah anak Anda contoh bahwa orang tua mereka juga suka membaca. Dan lakukanlah di satu tempat (ruang keluarga/perpustakaan mini), meskipun Anda hanya membaca koran/majalah/resep masakan. Usahakan sesering mungkin mengatakan pada anak bahwa membaca suatu kegiatan yang menyenangkan.
Ciptakan suasana baca dengan pengenalan abjad
Abjad atau huruf adalah faktor penting dalam membaca. Anak akan tertarik untuk membaca jika tahu huruf dan lafal mana yang harus ia ucapkan. Tugas orang tua-lah memperkenalkan pada mereka huruf-huruf tersebut. Satu huruf mewakili inisial suatu benda yang telah ia kenal dengan baik. Ajak mereka untuk ikut melafalkannya.
Lakukan dengan penuh kesabaran
Sebagai orang tua, jangan terlalu memaksa anak untuk membaca, salah-salah mereka berbalik akan membencinya. Yakinlah bahwa ia sudah cukup umur untuk belajar membaca. Jika saatnya tiba, mereka justru akan mengejutkan Anda dengan kemampuan membaca mereka.
Kesulitan
Sulit bagi anak untuk mengenali sebuah kata yang panjang. Juga untuk huruf “r”. Untuk kata yang panjang Anda harus mengucapkannya berulang-ulang sehingga lewat pendengarannya anak dapat mengucapkan kata itu dengan baik. Jika anak tidak bisa/sulit mengucapkan “r” jangan sekali-kali mengikuti gaya ucapannya yang biasanya berubah jadi huruf “l”. Karena bila Anda melakukannya maka ia selamanya menganggap cara pengucapannya benar.
Metode
Bila Anda tak sempat membeli buku, Anda dapat menggunakn ‘kartu pengingat’ (kartu kecil berisikan/bertuliskan huruf/kata/gambar). Cara ini lebih mudah dari pada harus membaca buku.
Namun cara mengajar lebih penting dari pada alat bantu tersebut.
Tahap awal mengajarkan anak, Anda harus membangkitkan kepercayaan diri anak bahwa ia akan berhasil dengan baik. Jangan sekali-kali Anda memakai perbandingan dengan orang lain yang lebih pintar dari anak Anda. Itu akan membuat dirinya merasa tak mampu.
Apa yang sebaiknya ia baca?
Apakah anak Anda senang mendenagr cerita sebelum tidur? Bacakanlah. Dan usahakan cerita yang Anda baca berganti-ganti ceritanya. Biasanya anak-anak suka sekali akan cerita berseri. Pada saat Anda membaca usahakan anak tertarik untuk ikut membacanya. Hal itu akan membuat anak menyadari bagaimana menyenangkannya membaca buku. Jangan manjakan anak dengan bacaan komik. Anda boleh memberikannya tapi jangan terlalu banyak, Anda harus menyadarkan bahwa banyak buku bagus yang baik ia baca.
Bangkitkan imajinasinya
Tanyalah anak Anda tentang cerita tersebut setelah Anda membacanya. Dan buatlah ia menceritakan kembali jalan cerita bacaan tersebut. Penulis yang baik biasanya seorang pendengar yang baik. Jadi, ajaklah anak Anda untuk menuliskan jalan cerita tersebut dengan kata-katanya sendiri. Minta dia untuk mendiktekan jalan cerita tersebut pada Anda. Tulislah dan ajak ia mengilustrasikannya. Simpan tulisan tersebut bersama koleksi-koleksi buku bacaannya. Mereka pasti membaca lagi tulisan tersebut.
sumber : TST/Ningsih; Suara Karya, Jum’at, 4 September 1992

Tidak ada komentar:
Posting Komentar